Senin, 19 Oktober 2009

Pecandu dan Antaxia

Bermain dan berlari seorang anak kecil seperti orang yang tak kenal lelah berambut ikal dan berkulit sawo matang itu adalah Aku.Duduk santai seorang gadis kecil yang hobi membaca buku ,yang berfaras seperti orang India dia adalah temanku sekaligus seorang dewi penyelamat dalam hidupku tapi sayang dia mengidap penyakit antaxia.

Sejak saya berusia 14 tahun tepatnya kelas 1 SMP,hidupku berubah 360 dejarat dulunya aku seorang anak manja sekarang aku menjadi anak pembangkang,ketika itu saya salah bergaul dan mulai dari situ aku mulai memakai yang namanya narkoba,semua itu berawal dari ajakan teman-teman dan hanya niat untuk mencoba..Suatu hari orang tua saya memergoki saya lagi memakai obat tersebut,saya dipukuli orang tua sampai bonyok,tapi walaupun dipukuli keesokan harinya saya tetap pakia lagi barang haram itu.tepatnya sehabis uapacara bendera saya kepergok lagi memakai barang itu tapi bukan sama guru atau orangtua,melainkan sama sahabat saya sendiri,dia adalah gadis yang berpenyakit antaxia itu,sewaktu dia memorgoki saya dia langsung kanget karena teman yang dianggap dia baik selama ini ternyata seorang pecandu.Keesokan harinya saya mengancam dia supaya dia gak memberitahu apa yang dia lihat,tapi memang dia sahabat terbaik saya dia diperlakukan seperti itu,dan walaupun dia seorang gadis berpenyakitan dia selalu berusaha membawa saya keluar dari yang namanya narkoba sayangnya saya dasar orang yang kebal terhadap nasehat.

Tepatnya kelas 2 SMA si gadis antaxia tadi melaporkan saya ke kepala sekolah karena katahuan lagi memakai narkoba,hari itu juga saya dikeluarkan dari sekolah,tapi bukan Negara Indonesia namanya kalau bukan terima duit sogokan urus demi urus saya akhirnya diterima lagi di sekolah tersebut dengan perjanjian apabila ketahuan saya bersedia dilaporkan ke pihak yang berwajib.Begitu saya masuk ke sekolah itu lagi si gadis antaxia tadi langsung saya omel-omelin sampai dia nangis, saya merasa heran sudah diperlakukan seperti itu dia gak pernah jauhin saya.Tepatnya hari minggu,dia datang kerumah saya untuk mengajak saya ke gereja mau gak mau saya hargai ajakan itu.Mulai dari situ pikiran saya mulai terbuka untuk meninggalkan narkoba,seiring waktu berjalan saya jadi sering mengikuti kegiatan-kegiatan dari gereja.

Tepatnya malam minggu kami berdua pulang mengikuti kebaktian remaja di gereja sewaktu pulang penyakit yang dideritanya kumat ditengah jalan dia jatuh,saya bingung begitu diangkat dari tengah jalan dia langsung sadar.yang paling mengenaskan ketika itu saya lagi bolos sekolah,saya ada janji sama dia nanti pulang sekolah ketemu di mall karena aku punya rencana untuk mentraktir dia makan,bukannya niat saya yang terwujud malah kematian yang memisahkan kami,mungkin penyakitnya kumat lagi akhirnya dia ketabrak sama mobil,saya gak tahu kalau yang ketabrak itu, dia saya tunggu sampe sore, gak datang saya balik kerumah.Sesampai di rumah saya melihat orang ramai saya langsung berlari ,yang ada dia sudah berada di dalam keranda, yang bisa saya lakukan hanya bengong dan menangis.sampai sekarang peristiwa ini gak bisa saya lupakan.dan mungkin itulah takdirnya daripada dia hidup sakit-sakitan lebih baik dia tidur nyenyak di alam saya Saya sangat berterimah kasih terutama kepada Tuhan yesus kristus dan kepada orang tua saya dan juga kepada dewi penolong saya karena hingga sampai saat ini hidup saya jauh lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar