Senin, 19 Oktober 2009

PATAH HATI LAGI


Siang itu di sebuah warung seorang pemuda yang bernama Marley sedang duduk melamun. Sesaat kemudian, Marley mengeluarkan Mp3 dari dalam tasnya dan menyulutkan sebatang rokok sambil mendengarkan musik. Tak lama kemudian dari kejauhan kedua temnnya yang bernama Bob dan Togar menyapa dengan sapaan khasnya “bro”. Marley membalas sapaan tersebut dengan tidak semangat. Kedua temannya tersebut merasa heran dan Togar pun langsung bertanya kepada Marley. Tanpa banyak bicara Marley langsung menjelaskan tentang semua masalahnya. Selama ini Marley terus memikirkan wanita yang bernama Muslimah. Sudah sering kali Marley memikirkan Muslimah bahkan semenjak tadi malam Marley masih memikirkannya. Togar marah dan menyuruh Marley untuk melupakannya. Tapi, Marley tidak bisa melupakannya begitu saja karena dia masih mengingat tentang kisahnya waktu memberikan surat kepada Muslimah malh dirobek didepannya, ketika memberikan bunga dibuang ke tong sampah dan ketika mencoba memegang tangannya malah ditampar Muslimah. Hal itulah yang membuat Marley penasaran dan ingin mendapatkan Muslimah. Marley mengatakan kepada kedua temannya bahwa hari ini Muslimah sedang berulang tahun dan dia ingin memberikan sesuatu yang spesial di hari ulang tahun pujaaan hatinya.Tapi, masalahnya saat ini Marley tidak mempunyai uang.

Bob dan Togar pun hanya terdiam sambil mengeluarkan dompet dari kantongnya. Marley menebak pasti kedua temannya tersebut tidak memiki uang. Bob dan Togar hanya bisa membantu dengan ide saja. Togar membisikan sesuatu kepada Marley.Marley terkejut dan tidak setuju dengan ide Togar. Bob yang sedang berfikir sambil merokok akhirnya mendaptkan ide yang bagus. Bob membisikan kepada Marley dan secara bersamaan Togar langsung menuju ruang kelas Muslimah. Sesampai di depan ruang kelas Muslimah Togar langsung menghadang dan mengajak Muslimah untuk duduk sebentar. Togar menjelaskan semua tentang Marley. Alhasil Togar berhasil membujuk Musilmah dan ketika ingin memanggil Bob dan Marley sudah berada di tempat tersebut. Dengan sikap yang gemetaran Marley langsung menungkapkan isi hatinya dan berjanji akan memberikan sesuatu yang spesial di hari ulang tahunnya ini. Ketika Marley berkata seperti itu Muslimah hanya cuek dan diam saja. Marley mencoba menghibur Muslimah dengan memperlihatkan pertunjukan sulap. Marley menunjukkan tangannya dan berkata tangan ini akan berubah menjadi seeekor burung. Muslimah penasaran dengan sulap tersebut dan ternyata yang ada hanya tangan Marley memperagakan seekor burung yang lagi terbang. Muslimah terlihat kesal dan hendak pergi dari tempatnya. Marley mencoba menghadang dan memohon kepada Muslimah untuk diberi satu kesempatan lagi. Marley pun memanggil Bob dan mereka langsung berbisik. Bob hanya memanggut-manggutkan kepalanya saja. Marley berjanji bahwa akan merubah Bob menjadi seekor monyet dan ternyata yang ada Bob hanya memperagakan gaya seekor monyet. Muslimah pun tersenyum melihat pertunjukan tersebut. Marley menjadi senang dan seketika itu perlahan mendekati Muslimah mengungkapkan isi hatinya Marley ingin menjadi kekasih Muslimah dan bisa menjaganya. Muslimah hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatiaanya selama ini. Muslimah menjelaskan bahwasannya untuk saat ini dia harus berkosentrasi terhadap kuliahnya. Dia berjanji untuk menyelesaikan

studinya terlebih dahulu dan tidak untuk berpacaran. Marley hanya membalas senyuman da dengan hati yang kecewa Marley meninggalkan tempat tersebut

Pecandu dan Antaxia

Bermain dan berlari seorang anak kecil seperti orang yang tak kenal lelah berambut ikal dan berkulit sawo matang itu adalah Aku.Duduk santai seorang gadis kecil yang hobi membaca buku ,yang berfaras seperti orang India dia adalah temanku sekaligus seorang dewi penyelamat dalam hidupku tapi sayang dia mengidap penyakit antaxia.

Sejak saya berusia 14 tahun tepatnya kelas 1 SMP,hidupku berubah 360 dejarat dulunya aku seorang anak manja sekarang aku menjadi anak pembangkang,ketika itu saya salah bergaul dan mulai dari situ aku mulai memakai yang namanya narkoba,semua itu berawal dari ajakan teman-teman dan hanya niat untuk mencoba..Suatu hari orang tua saya memergoki saya lagi memakai obat tersebut,saya dipukuli orang tua sampai bonyok,tapi walaupun dipukuli keesokan harinya saya tetap pakia lagi barang haram itu.tepatnya sehabis uapacara bendera saya kepergok lagi memakai barang itu tapi bukan sama guru atau orangtua,melainkan sama sahabat saya sendiri,dia adalah gadis yang berpenyakit antaxia itu,sewaktu dia memorgoki saya dia langsung kanget karena teman yang dianggap dia baik selama ini ternyata seorang pecandu.Keesokan harinya saya mengancam dia supaya dia gak memberitahu apa yang dia lihat,tapi memang dia sahabat terbaik saya dia diperlakukan seperti itu,dan walaupun dia seorang gadis berpenyakitan dia selalu berusaha membawa saya keluar dari yang namanya narkoba sayangnya saya dasar orang yang kebal terhadap nasehat.

Tepatnya kelas 2 SMA si gadis antaxia tadi melaporkan saya ke kepala sekolah karena katahuan lagi memakai narkoba,hari itu juga saya dikeluarkan dari sekolah,tapi bukan Negara Indonesia namanya kalau bukan terima duit sogokan urus demi urus saya akhirnya diterima lagi di sekolah tersebut dengan perjanjian apabila ketahuan saya bersedia dilaporkan ke pihak yang berwajib.Begitu saya masuk ke sekolah itu lagi si gadis antaxia tadi langsung saya omel-omelin sampai dia nangis, saya merasa heran sudah diperlakukan seperti itu dia gak pernah jauhin saya.Tepatnya hari minggu,dia datang kerumah saya untuk mengajak saya ke gereja mau gak mau saya hargai ajakan itu.Mulai dari situ pikiran saya mulai terbuka untuk meninggalkan narkoba,seiring waktu berjalan saya jadi sering mengikuti kegiatan-kegiatan dari gereja.

Tepatnya malam minggu kami berdua pulang mengikuti kebaktian remaja di gereja sewaktu pulang penyakit yang dideritanya kumat ditengah jalan dia jatuh,saya bingung begitu diangkat dari tengah jalan dia langsung sadar.yang paling mengenaskan ketika itu saya lagi bolos sekolah,saya ada janji sama dia nanti pulang sekolah ketemu di mall karena aku punya rencana untuk mentraktir dia makan,bukannya niat saya yang terwujud malah kematian yang memisahkan kami,mungkin penyakitnya kumat lagi akhirnya dia ketabrak sama mobil,saya gak tahu kalau yang ketabrak itu, dia saya tunggu sampe sore, gak datang saya balik kerumah.Sesampai di rumah saya melihat orang ramai saya langsung berlari ,yang ada dia sudah berada di dalam keranda, yang bisa saya lakukan hanya bengong dan menangis.sampai sekarang peristiwa ini gak bisa saya lupakan.dan mungkin itulah takdirnya daripada dia hidup sakit-sakitan lebih baik dia tidur nyenyak di alam saya Saya sangat berterimah kasih terutama kepada Tuhan yesus kristus dan kepada orang tua saya dan juga kepada dewi penolong saya karena hingga sampai saat ini hidup saya jauh lebih baik.